Rara terbaring letih di atas sofa. Menyapu peluh dengan seusap tisu.
Menghela nafas dengan pelan .Rara terdiam sejenak.Mengingat semua kejadian
semalam. Saat-saat kata putus terlontar dari irwan padanya. Hati terasa lemah. Jiwa
terasa rapuh. Tak pernah sekalipun irwan
menyematkan kosa kata itu pada lisannya. Sungguh rara tertegun. Menetes kecewa.
Tapi kini Rara sadar . Bahwa irwan bukan lagi miliknya. Ia tak harus menjaganya
lagi. Ia tak harus mengasuhnya seperti bayi. Ia tak perlu lagi menjadi alarm
baginya
Rara pun sadar bahwa Irwan bukan wujudnya cinta sesungguhnya. Irwan
hanya seorang gojek yang mampir sebentar sambil menyeduh kopi dan berbagi
sejenak akan hiruk pikuknya dunia. Lalu ia pergi ke dunianya kembali. Irwan
hanya singgah , bertamu. Bukan menetap. Yang membuat ia nyaman pada Rara adalah
kopinya , bangku panjangnya. Bukan diri Rara

Comments
Post a Comment