Dua Tahun
Dua
tahun sudah Apri putus dengan Indah .Namun masih saja muka murung apri masih
terpampang rapi saat melihat Indah bemesraan dengan pacar barunya dikampus. Aku
yang sudah tahu watak Apri dari dulu berusaha menghibur dan memahami
perasaanya.
“Apri
,lu napa gitu . Biasa aja kali pri . Entar makin bahagia indah lihat lu murung”
Apri
tidak menjawab dan berjalan lurus menuju kantin . Aku yang peduli ini dengan
patuhnya mengikutinya . Menemaninya makan mie ayam dengan segelas es teh . Aku
ratapi raut wajahnya .Seperti ada yang ingin dikatakan namun ditahan . Tapi aku
tetap diam tidak ingin memancing ia berbicara . Karena sudah jelas yang ingin
ia katakan pasti soal Indah . Soal Indah yang menyelingkuhinya dan
memutuskannya tepat dihari ulang tahunnya 2 tahun yang lalu . Soal Indah yang
masih ia cintai sampai hari ini dengan tulus dan penuh harap ia akan kembali .
Soal Indah , wanita yang bisa ia cintai hanya karena ia membantu Apri
menyelesaikan proyek fisika semester 1 . Soal Indah yang masih ia galaukan , ia
cemburukan sampai hari ini. Dan aku ,Dara yang selama 2 tahun pula mencintai
dalam diam. Kami adalah dua insan yang bodoh yang bertahan pada cinta bertepuk
sebelah tangan.Ya itulah sekilas kami berdua. Entah bisa berubah atau tidak
.Yang pasti kami masih setia pada harap.
Apri
mengelap mulutnya yang celemotan dengan saus. Menatapku dengan tajam.
“Ra,bolos
yok hari ini.Gua malas ngampus . Pengen refreshing”.
“Ha?
BOLOS?!” Jawabku heran
“Iya
ra, yok temenin”
Belum
sempat aku menjawab tanganku langsung ditariknya dan berlari menuju keparkiran.
Memasangkan aku helm dan memboncengku pergi . Tidak banyak yang dikatakan apri
saat dijalan .Apri hanya bilang “ Ra,
jangan tidur ra . Bentar lagi sampai kok “.Aku Diam . Tak ingin menjawab
. Aku bingung memikirkan apa sebenarnya yang Apri rasakan . Biasanya kalau ia
patah hati, cemburu ia langsung cerita tanpa basa-basi . Tapi ini tidak .
1
jam perjalanan akhirnya kami sampai disebuah danau kecil . Apri menurukan
standar motor. Memanduku menuju suatu tempat dan mengajakku untuk naik perahu
.Apri mengayuh perahu sampai ketengah Danau . Suasana hening dan diam. Kami
berdua saling menatap. Apri kini tertawa melihat raut wajah heranku . Aku
bertanya “Kenapa Pri?”
“ Ga
ada, kamu lucu kalau lagi bingung gitu ra”
“Hmm,
kamu ngapain ajak aku kesini pri”
“Ga
papa aku pengen aja ajak kamu kesini .Ngajak orang yang senasib “
“ Eh
apa-apaan senasib”
“
Aku tau kok ra,Kamu suka aku dari dulu. Bahkan jauh sebelum aku pacaran sama
Indah”
“Kamu
tahu ?”
“Iya
aku Tahu , Tapi aku diam”
“
Kenapa?”
“
Karna aku ga ingin ngerusak persahabatan kita ra “
“Ah
bullshit! Bilang aja kamu ga suka aku pri”
“
haha aku ga bisa suka sama kamu ra. Berulang kali aku coba tetap gabsia ra .Aku
sayang kamu sebagai temanku . Sebagai Adikku .
Aku bersyukur ra masih ada cewek baik kaya kamu yang mau jadi sahabat
aku , walau tau perasaanmu gabisa aku balas”
“Emang
beneran gabisa pri”
Apri
menggeleng dan senyum “Ga ra . Kamu pantas dapetin orang yang bisa menyayangi
kamu dengan lebih ,memahami tanpa pamrih dan menjaga hatimu dari aku selalu
PHPin kamu.Sekarang terserah si ra,kamu mau tetap jadi teman aku disini atau
kamu mau cari yang lain . Hhaaha”
Aku
terdiam sejenak dan berkata“ Ga pri . Aku tetap disini sama kamu .Aku tau kok cintamu bukan
untukku . Tapi aku disini bukan untuk itu lagi kok .Aku disini buat jadi teman
setiamu .Nemenin hari-hari cemburu liat Indah mesraan sama yang lain . Nemenin
kamu jadi penjaga perpus buat nugas . Aku tetap disini pri.Karena kamu juga
satu-satunya orang yang bisa mengerti aku,memahami bagaimana aku . Kita tetap temenan pri dan
aku gamau kita musuhan .Persahabatan lebih penting dari sebuah pasangan.
Persahabatan ga akan pernah putus tapi hubungan bisa putus”
Apri
tersenyum lebar . Lalu ia memelukku dan berkata “ Makasih ra, udah setia jadi
sahabatku dan makasih untuk tetap disini sama aku .Aku tahu kamu memang baik.
Aku harap kita bisa ninggalin kisah cinta bertepuk sebelah tangan ini”
End-
Comments
Post a Comment