Ketika Lidah Lihai Berdusta, Ada Hati yang Meronta
Soal rasa yang tak mampu terucap
Bahana hati meronta keras, memaki raga yang penuh dusta
"LAGI?!!!"
"BOHONG!!!"
"AKU PERIH!! HENTIKAN!!"
Jika hati mampu bersuara
Itu suara hati, tentang pedihnya mengubur rasa
Euforia raga masih mengabaikan hati
Lidah semakin lihai akan dusta
Hati kesakitan namun pasrah
Dusta raga lebih kuat dibanding fakta hati
Ceracam dusta terus lidah lakukan
Basirah raga memandangmu, raga tak punya malu
Lagi-lagi hati tersakiti
Jalang kau raga!!
Lidah sungguh-sungguh pusat dosa
Hati sungguh menginginkan asmaraloka
Hati memohon ke otak untuk menganalisa
Sayang, otak pilih kasih
Lidah melicin, raga pun jadi sarang dusta
Hati lagi-lagi meronta
Sakit tak tertolong nihil vaksin
Dipaksa sembunyikan rasa, dibuang, dipungut lagi
Siklus terus berjalan
Detik demi detik
Menit demi menit
Jam demi jam
Hari demi hari
Tanpa disadari, hati merusak raga penuh dusta
Raga linglung, dan sadar
Hatinya terabaikan karena gengsi
Karena dusta
RI_RAR
Comments
Post a Comment