Skip to main content

Dusta



Ketika Lidah Lihai Berdusta, Ada Hati yang Meronta


Soal rasa yang tak mampu terucap
Bahana hati meronta keras, memaki raga yang penuh dusta
"LAGI?!!!"
"BOHONG!!!"
"AKU PERIH!! HENTIKAN!!"
Jika hati mampu bersuara
Itu suara hati, tentang pedihnya mengubur rasa

Euforia raga masih mengabaikan hati
Lidah semakin lihai akan dusta
Hati kesakitan namun pasrah
Dusta raga lebih kuat dibanding fakta hati
Ceracam dusta terus lidah lakukan
Basirah raga memandangmu, raga tak punya malu
Lagi-lagi hati tersakiti

Jalang kau raga!! 
Lidah sungguh-sungguh pusat dosa
Hati sungguh menginginkan asmaraloka
Hati memohon ke otak untuk menganalisa
Sayang, otak pilih kasih
Lidah melicin, raga pun jadi sarang dusta
Hati lagi-lagi meronta
Sakit tak tertolong nihil vaksin
Dipaksa sembunyikan rasa, dibuang, dipungut lagi
Siklus terus berjalan
Detik demi detik
Menit demi menit
Jam demi jam
Hari demi hari
Tanpa disadari, hati merusak raga penuh dusta
Raga linglung, dan sadar
Hatinya terabaikan karena gengsi
Karena dusta

RI_RAR

Comments

Popular posts from this blog

Dua Tahun

 Dua Tahun Dua tahun sudah Apri putus dengan Indah .Namun masih saja muka murung apri masih terpampang rapi saat melihat Indah bemesraan dengan pacar barunya dikampus. Aku yang sudah tahu watak Apri dari dulu berusaha menghibur dan memahami perasaanya. “Apri ,lu napa gitu . Biasa aja kali pri . Entar makin bahagia indah lihat lu murung” Apri tidak menjawab dan berjalan lurus menuju kantin . Aku yang peduli ini dengan patuhnya mengikutinya . Menemaninya makan mie ayam dengan segelas es teh . Aku ratapi raut wajahnya .Seperti ada yang ingin dikatakan namun ditahan . Tapi aku tetap diam tidak ingin memancing ia berbicara . Karena sudah jelas yang ingin ia katakan pasti soal Indah . Soal Indah yang menyelingkuhinya dan memutuskannya tepat dihari ulang tahunnya 2 tahun yang lalu . Soal Indah yang masih ia cintai sampai hari ini dengan tulus dan penuh harap ia akan kembali . Soal Indah , wanita yang bisa ia cintai hanya karena ia membantu Apri menyelesaikan proyek fisika semester 1...

BUCIN

Hari ini netizen sedang hangat hangatnya menyuarakan BUCIN atau yang biasa disebut budak cinta. Orang-orang yang bucin dicirikan seperti pengasuh pasangan. Ya seperti bibi bibi pembantu . Yang menggosokkan baju majikan , memasakkan makanan ,menyiapkannya sarapan ,membuatkan tugas .Seperti pembantu bukan ? ya itulah ciri yang disebutkan netizen hari ini . Tapi kamu tahu apa itu BUCIN sebenarnya ? BUCIN bukanlah budak cinta atau budak cina apalagi budak cimeng . Bukan . Bucin adalah seorang yang sangat mencintai tanpa pamrih yang menyerahkan seluruh kemampuan dan perasaan dalam mencintai pujaan hatinya . Jadi BUCIN bukan Budak cinta macam pembantu ya gengs . Kalau budak itu disiksa kalau BUCIN itu dicinta. Jadi buat kalian yangs sedang larut dalam kosmpolit asap kasmaran dan abu vulkanik cinta , nikmatilah. Itu adalah rasa yang tidak pernah kalian temukan di kedai thaitea manapun . Bahkan Oppa kaesang sekalipun tidak menjualnya .  Itu adalah Anugrah . Jangan takut menjadi BUCIN...

Secangkir Kopi , Pecandu Rasa

Rara terbaring letih di atas sofa. Menyapu peluh dengan seusap tisu. Menghela nafas dengan pelan .Rara terdiam sejenak.Mengingat semua kejadian semalam. Saat-saat kata putus terlontar dari irwan padanya. Hati terasa lemah. Jiwa  terasa rapuh. Tak pernah sekalipun irwan menyematkan kosa kata itu pada lisannya. Sungguh rara tertegun. Menetes kecewa. Tapi kini Rara sadar . Bahwa irwan bukan lagi miliknya. Ia tak harus menjaganya lagi. Ia tak harus mengasuhnya seperti bayi. Ia tak perlu lagi menjadi alarm baginya Rara pun sadar bahwa Irwan bukan wujudnya cinta sesungguhnya. Irwan hanya seorang gojek yang mampir sebentar sambil menyeduh kopi dan berbagi sejenak akan hiruk pikuknya dunia. Lalu ia pergi ke dunianya kembali. Irwan hanya singgah , bertamu. Bukan menetap. Yang membuat ia nyaman pada Rara adalah kopinya , bangku panjangnya. Bukan diri Rara